Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, banyak orang yang turut terlibat dalam proses kemerdekaan Indonesia. Selain Soekarno dan Hatta, ada banyak sekali orang yang mempunyai peranan yang tak kalah besar jasanya. Tetapi, tak semuanya terkenal secara luas.

Contohnya, ada dua orang bersaudara yang sangat berjasa bagi kemerdekaan Indonesia. Namun, namanya jarang sekali disebut, bahkan oleh guru sejarah sekalipun. Dialah, Frans Soemarto Mendur dan Alexius Impurung Mendur, dua bersaudara yang berhasil mengabadikan salah satu momen terpenting dalam sejarah Indonesia. Mereka merupakan fotografer yang mengabadikan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Ya, foto proklamasi yang selama ini kita lihat merupakan hasil jepretan Mendur bersaudara ini. Sayangnya, Alex Mendur kemudian tertangkap oleh Jepang setelah berusaha menyembunyikan hasil foto yang telah ia ambil. Foto yang dibawa Alex kemudian dimusnahkan Jepang.

Alex Mendur (Kiri) dan Frans Mendur (Kanan)

Disisi lain, Frans Mendur harus memanjat pohon dan menyelinap malam-malam untuk menyelamatkan tiga negatif film yang ia bawa. Tidak kehilangan akal, akhirnya ia menyembunyikan kepingan film itu di dalam tanah. Tepatnya di depan halaman kantor harian Jepang Raya. Kemudian Frans Mendur yang masih menjadi buronan Jepang, mengatakan kepada mereka kalau foto-fotonya telah ia berikan kepada Barisan Pelopor. Kebohongan tersebut kemudian menyelamatkan 3 foto yang akhirnya dapat kita saksikan sampai saat ini. Sebuah bukti yang membuat Indonesia berhasil mendapat pengakuan De Jure dari negara internasional

Proklamasi Indonesia diabadikan oleh Mendur Bersaudara

Sayangnya, jasa kedua fotografer tersebut terlupakan begitu saja. Bahkan pada 24 April 1971, Frans Mendur meninggal dalam keadaan kesepian di RS Sumber Waras, Jakarta.

Baru 38 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keduanya penghargaan berupa Bintang Jasa Utama, sebagai penghormatan atas jasa dan perjuangan mereka untuk kemerdekaan Indonesia.

 

Penulis : Prihandini

Editor : Fahar Baswara W.

Comments

comments