Apakah lalat termasuk serangga yang menjijikkan?
Benar. Tapi jangan dikira lalat tidak berguna bagi manusia. Paling tidak, itu dibuktikan oleh dua pelajar SMA Negeri 2 Lamongan, Jawa Timur, Alfian Nurfaizi dan Arum Ayu Ratna Wilis. Gara-gara lalat, mereka meraih medali emas di ajang International Young Inventors Project Olympic, di Georgia, April lalu.

Setelah melakukan penelitian mulai oktober hingga desember tahun 2015 lalu, Arum dan Alfian mendapati dalam tubuh lalat terdapat suatu sistem pertahanan bernama bakteri aktomisentes yang dapat menimbulkan 2 antibiotik, yaitu Aktimosetin dan Aktimositin. Dua antibiotik itu bermanfaat sebagai obat diare.

Proses pembuatan obat diare berbahan dasar lalat rumah ini cukup mudah dan bisa dilakukan oleh masyarakat awam. Pertama yang harus disediakan adalah lalat rumah. Kemudian lalat tersebut di rendam dalam air murni selama dua puluh empat jam di dalam inkubator maupun kulkas. Setelah itu air disaring kemudian dimasukkan ke dalam botol-botol kecil.

Untuk memastikan obat diare dari lalat ini benar-benar bekerja efektif, dua peneliti muda ini telah melakukan percobaan pada 3 ekor tikus dan 25 manusia. Dari percobaan tersebut disimpulkan bahwa obat diare berbahan lalat rumah ini bekerja dan tidak memiliki efek samping termasuk pada anak-anak dan ibu hamil sekalipun.

Untuk menggunakan obat ini harus sesuai dosis yang dianjurkan, yakni balita satu tetes, anak-anak dua tetes dan dewasa tiga tetes.

Nggak disangka ya, ternyata lalat bisa jadi obat.

Comments

comments